Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Pertemuan Hangat Guru dengan Insan-Rubah & Konferensi-Nya dengan MAPA dan Para Raja Buddha,Bagian 3 dari 11

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Jadi, saya tanya ke dia: Lady Fox, Mengapa suaramu terdengar seperti insan-bebek kali ini? “Kwek, kwek, kwek, kwek,” seperti itu. Dan di lain waktu kamu mengeluarkan suara yang berbeda. Beberapa kali kamu mengubah suaramu. Jadi, insan-rubah itu berkata, “Yah, aku sengaja berpura-pura begitu, karena beberapa alasan, salah satunya demi keselamatanku, agar tidak ada yang bisa melacakku.” Saya berkata, “Wow, kamu sangat, sangat pintar.” Dalam legenda Âu Lạc (Vietnam), dikatakan bahwa insan-rubah sangat cerdas, sangat pintar. Tapi saya tidak tahu kamu sepintar ini! Ya, tentu saja, kamu juga berlatih semacam [praktik] magis, spiritual, jadi kamu tahu cara melakukan berbagai hal. Dan terkadang kamu juga memiliki kekuatan untuk mengubah dirimu menjadi makhluk lain. Bravo. Teruslah melindungi dirimu, karena kamu sendirian di hutan yang gelap. Saya mencintaimu, mencintaimu.

Oh, ada satu hal lagi yang masih membuat saya sakit kepala, ringan dan tidak terlalu parah, tapi masih terasa, sakit kepala setelah terjatuh. Jadi, saya agak khawatir mengalami gegar otak atau semacamnya. Jadi saya bertanya kepada TUHAN apakah ini serius atau tidak, dan mengapa saya masih sakit kepala. Rasanya hampir seperti migrain, bukan di seluruh kepala, tetapi bagian bawah leher, itu berkepanjangan, mengganggu, dan di bagian atas kepala, setengah kepala, bagian atas, juga terasa nyeri yang berkepanjangan dan mengganggu. Lalu TUHAN berkata, “Tidak, karena 40% masih belum sembuh, karena Kamu seharusnya lebih banyak beristirahat, tetapi Kamu tidak. Dan juga, seharusnya Kamu tidak membiarkan cahaya itu, tapi Kamu harus bekerja dengan cahaya itu. Itulah alasannya.” Ya ampun. Semoga saya bisa terus bekerja.

Hari ini tanggal 14 September. Jadi, saya merekam tentang kunjungan insan-rubah tadi malam dan juga tentang rasa sakit yang masih tersisa, seperti mendidih di kepala saya. Jadi saya bertanya kepada TUHAN mengapa penyembuhan berjam-jam masih belum bisa membuat saya pulih sepenuhnya dari jatuh yang parah itu. Jadi, DIA mengatakan bahwa itu karena itu tidak bisa disembuhkan sepenuhnya dengan seluruh kekuatan sekaligus, karena akan terlalu berat bagi tubuh untuk menanganinya. Dan sisanya, sekitar 40%, saya sendiri harus beristirahat dan memakai kacamata hitam dan semua itu. Tapi bagaimana saya melakukan itu, karena saya tidak bisa beristirahat. Kadang saya bahkan tak punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan saya. Terkadang ada banyak dokumen yang harus diperiksa – satu hari bahkan 14, 15, 20 dokumen dan acara.

Selain Supreme Master TV, saya sudah harus mengurus semua bisnis lain, kesehatan anggota tim, dan segala macam hal. Saat ini, hal itu tidaklah mudah. Kita butuh visa untuk pergi ke sini, ke sana, dan harus menunjukkan diri, bukti apa pun yang mereka minta. Jadi, saya juga sudah tahu sebelumnya bahwa jika terjatuh dengan benturan keras, maka kita harus beristirahat, memakai kacamata hitam saat keluar rumah, dan jangan terlalu lama terpapar cahaya terang. Tapi saya harus bekerja; saya butuh cahaya terang. Di siang hari, saya butuh sinar Matahari untuk melihat pekerjaan saya. Di malam hari, saya juga butuh cahaya untuk melihat pekerjaan saya. Jadi itu tidak terhindarkan. Saya hanya berharap rasa sakit yang mendidih ini akan segera hilang. Jadi, ini untuk menjawab pertanyaan kalian tentang sakit kepala saya. Terima kasih.

Kwek, kwek! Kwek! Kwek, kwek! Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu baik-baik saja, Lady Fox? Rubah tanpa-nama, saya mencintaimu. Ada yang ingin kamu sampaikan kepada saya? Saya mendengarkan. Terima kasih! Terima kasih, saya mengerti. Semoga kamu juga mengalami hal yang sama. Semoga kamu sehat, aman, dan dilindungi oleh Surga dan MAPA, Orang Tua kita. Terima kasih telah berkunjung. Terima kasih banyak. Setiap hari kamu datang, kamu menyentuh hati saya, membuat saya merasa begitu nyaman, begitu bahagia. Terima kasih untuk itu. Semoga TUHAN memberkatimu lebih dan lebih lagi setiap hari. Semoga kamu mencapai tujuanmu untuk menjadi manusia lagi, dan semoga kali ini kamu bertemu dengan Guru Tercerahkan, yang mengangkatmu ke Surga Tinggi. Ya, tanpa-nama? Saya mencintaimu. Saya sangat mencintaimu. Mungkin suatu hari nanti saya bisa bertemu denganmu. Dalam kegelapan, saya tak bisa pergi jauh. Dari mana kamu datang? Maksud saya, seberapa jauh dari sini? Sejak kamu tahu bahwa saya di sini, berapa lama? Seberapa jauh jaraknya? Apakah kamu tahu satuan pengukuran manusia? Seperti satu meter, sepuluh meter, seratus meter, seribu meter adalah satu kilometer. Seberapa jauh kamu dari sini? Wow, sembilan kilometer lebih? Wow. Oh, saya sangat tersentuh karena kamu datang jauh-jauh ke sini, dan sekarang sepertinya kamu sudah menetap di suatu tempat di sekitar sini sehingga setiap malam kamu datang menemui saya seperti ini. Saya benar-benar tersentuh, dan saya berterima kasih kepadamu, dari lubuk hati saya yang terdalam. Saya bersyukur kepada TUHAN karena telah melindungimu sejauh ini.

Saya merasakan begitu banyak cinta untukmu, dan darimu juga. Apakah kamu mencintai saya? Ya? Oh, wow! Ya, terima kasih. Terima kasih banyak. Saya sungguh merasakannya. Mungkin suatu hari nanti saya bisa keluar untuk menemuimu, tapi kalau saya keluar dari tenda, saya harus menyalakan senter agar bisa melihat ke mana saya berjalan, karena di sini tak ada jalan, bahkan jalan setapak di hutan pun tidak ada. Dan kamu datang dari arah yang berbeda. Kemarin, di sebelah kiri saya dan hari ini di sebelah kanan saya. Dan saya khawatir kalau saya keluar dengan senter seperti itu, yang agak menyilaukan, itu mungkin akan membuatmu takut. Tapi saya benar-benar merasakan cintamu dan saya sangat mencintaimu, meskipun saya belum melihatmu, meski saya tahu bahwa kamu adalah insan-rubah, dan mungkin insan-rubah yang cantik. Jadi, saya memanggilmu Lady Fox karena kamu perempuan. Itu belum resmi. Kamu belum bisa punya nama, kan? Di kehidupan berikutnya kamu akan. Dan cepatlah berlatih dengan baik agar bisa menjadi manusia lagi dan berbicara dalam bahasa kami nanti. Saya memahamimu; saya tidak membutuhkan itu. Kita punya telepati, tapi agar kamu bisa mengekspresikan dirimu di dunia manusia, saat kamu menjadi manusia lagi, kamu harus berbicara dalam bahasa manusia.

Saya sangat mencintaimu. Saya berharap bisa memelukmu, membelai bulumu, dan mencium keningmu. Begitulah besarnya rasa cintaku kepadamu. Tapi kita adalah spesies yang berbeda sekarang, dan banyak hal yang memisahkan kita. Tapi cinta kita tidak terpisahkan. Oke, Lady Fox? Jika kamu punya waktu dan jika itu tidak terlalu berisiko serta tidak terlalu melelahkan, kamu bisa datang berkunjung dan memberi tahu saya hal seperti itu lagi. Saya sangat senang kamu berbicara kepada saya seperti itu sehingga saya tahu kamu ada di sini dan saya bisa mendengarkanmu serta berbicara denganmu. Semalam, kamu berbicara sangat lama, saya berusaha merekammu, tapi tidak berhasil, lalu kamu sudah berhenti. Tidak apa, lupakan saja, lupakan saja. Saya hanya senang mendengar suaramu, suara yang begitu riang – di samping tenda saya, saya merasakannya sangat dekat. Kamu adalah jiwa yang indah, kamu tahu itu? Jadi, tolong bergegaslah. Saya akan mendukungmu dengan cara apa pun yang saya bisa, mungkin sampai membantumu untuk menjadi manusia kembali. Saya akan menanyakan hal itu kepada MAPA kita. Saya akan beri tahu saat kamu datang lagi. Saya sangat mencintaimu, Lady Fox. Semoga TUHAN memberkatimu, mencintaimu, menganugerahi jiwamu dengan semua esensi yang diperlukan agar kamu bisa menjadi manusia lalu bersama TUHAN kembali, dapat pulang ke Rumah ke Kediaman TUHAN. Selalulah ingat TUHAN. Cinta, cinta.

Nah, itu adalah puan rubah yang datang dengan suara yang sangat indah dan gembira di… Wah, hari apa hari ini? Hari apa hari ini? Saya harus mencari tahu. Oh, ya, saya tahu. Saya rasa hari ini adalah… Saya akan lihat di komputer saya, nanti saya akan tahu. Hari ini tanggal berapa? Oh, komputernya tidak ingin mempermudah. Saya sudah dapat, saya sudah dapat. Hari ini tanggal 16 September. Oh, ya, saya harus ingat untuk memberikan pidato untuk Ketua Phil Lane. Bukan berarti saya tak bisa menulis. Saya bisa. Hanya saja terkadang saya butuh inspirasi untuk menulis hal yang hakiki dan membuat orang-orang merasakannya secara nyata serta mendapat manfaat darinya. Ini bukan sekadar menulis kata-kata indah.

Syukur kepada TUHAN bahwa saya masih bisa bekerja dengan baik. Oh, saya masih bekerja sangat keras setiap hari, setidaknya lebih dari 10 jam setiap hari. Sepuluh jam itu sangat jarang, sangat jarang. Biasanya banyak, mungkin 18 jam, kadang kurang, antara 10 sampai 18 jam. Tapi 10 itu hari langka, hari beruntung. Dan setelah itu, saya melakukan hal-hal lain. Seperti yang sudah saya sampaikan, saya menemukan cara untuk meringankan kesedihan TUHAN atas anak-anak-NYA yang terjatuh ke neraka. Tidak hanya saya mencoba pergi ke sana untuk menyelamatkan mereka, mengangkat mereka ke Surga, tapi juga dengan cara lain, memakai sarana dari dunia ini untuk melakukannya, agar lebih banyak orang bergabung dengan kelompok yang berpengetahuan, untuk mengenal TUHAN, maksud saya, setidaknya tahu bahwa TUHAN itu ada. Mengenal TUHAN melalui inisiasi ke dalam Metode meditasi Quan Yin adalah hal yang sepenuhnya berbeda, itu berarti seseorang mengenal TUHAN secara total. Namun, mengenal TUHAN, menyadari atau percaya bahwa TUHAN itu ada, itu berbeda. Namun, tentu saja, mereka masih bisa dibebaskan, bukan ke dimensi yang tinggi, tentu saja, tetapi tetap dibebaskan – setidaknya tidak menuju neraka. Itu tergantung pada kategori mereka: paling tulus, atau sangat tulus, atau cukup tulus, atau ingin menjadi tulus.

Photo Caption: “Salam Lembut Penuh Kasih dari SUARA Seperti-Eden yang Bisa Didengar Tanpa Telinga Fisik”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Ringkas
2026-11-03
235 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-11-03
496 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-11-03
1698 Tampilan
31:54
Berita Patut Disimak
2026-11-02
1 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-11-02
1 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh