Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Baginda Raja Roo dari Pe, Tanah yang Bebas dari Kesedihan, Bagian 3 dari 4

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Kami tidak perlu datang ke sini. Kami menggunakan kekuatan kami untuk terhubung dengan jiwa dari individu yang tulus dan murni itu. Kemurnian di sini dimulai dengan welas asih, dengan cinta. Jika tidak... Jika tidak, cinta di Tanah kami akan memiliki kekuatan penolak untuk menyingkirkan mereka. Jadi, pertama-tama, saya tahu Anda telah mengajari mereka selama puluhan tahun, atau dari kehidupan ke kehidupan, tentang welas asih, tentang menghormati kehidupan yang diciptakan oleh TUHAN. Jadi, jika seseorang tidak menyakiti siapa pun dan berdoa kepada kami, menyebut nama saya dan berdoa juga kepada rakyat saya, maka dia akan menjalani hidup yang menyenangkan, hidup yang bahagia. Hidup yang menyenangkan bagaimanapun juga, dan juga bisa dilahirkan di Kerajaan kami. Itulah hadiah yang kami bawa ke sini hari ini. Sekarang kami menyerahkannya kepada Anda agar Anda dapat memodifikasinya sesuai kemampuan penerimaan bagi orang-orang Anda, bagi semua makhluk Anda di planet ini.” Oh, diberkatilah Anda, Tuan. Diberkatilah Anda. Diberkatilah Anda, Tuan, Raja Roo dari Pe. Kami selamanya bersyukur; sebanyak yang Anda berikan kepada kami, semoga TUHAN melimpahkan kepada Anda berkali-kali lipat.

“Oh, Raja kami, ini hanyalah kontribusi kecil dibandingkan dengan apa pun yang Anda lakukan, kapan pun, bahkan hanya untuk planet ini saja, belum lagi tempat-tempat lain di Alam Semesta. Namun, begitulah adanya. Kita tidak bisa berbuat lebih dari itu karena makhluk-makhluk di sini tak bisa menerima lebih banyak berkah. Semakin murni seseorang di Bumi, semakin banyak dia dapat menerima berkah, bantuan, perlindungan, dan kesenangan. Ya, kami sungguh berharap bahwa kontribusi kami dapat membantu mereka, atau setidaknya sebagian dari mereka, sebanyak mungkin. Namun, makhluk-makhluk di sini, makhluk-makhluk di planet ini, terutama manusia, juga harus menyumbangkan upaya mereka sendiri – benar-benar harus meletakkan pisau, senjata, dan apa pun yang dapat membahayakan sesama. Maka kalian akan memperoleh berkah melimpah yang dapat kalian terima; karena berkah itu ada di sekeliling kita. Segala kemalangan, kehancuran, penindasan, penderitaan yang kita temui dalam hidup kita adalah akibat perbuatan kita sendiri. Tolong jangan tersinggung jika kami berkata jujur.”

Oh, tidak, Tuan, tidak, Tuan, tidak, Tuan. Kami bersyukur atas setiap ajaran, setiap kebijaksanaan yang Anda berikan kepada planet ini sehingga banyak makhluk dapat terbangun dan memperoleh manfaat darinya. Atas nama semua makhluk di dunia ini, yang Anda anggap layak untuk menginjakkan kaki di atasnya, selama Anda tetap bersama kami, saya berterima kasih kepada Anda. Kami berterima kasih kepada Anda, Tuan. Kami berterima kasih kepada Anda. Semoga TUHAN memberkati Anda lebih banyak lagi setiap saat. Semoga TUHAN menganugerahi rakyat Anda agar dapat mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi dan selalu hidup dalam harmoni dan kesenangan seperti sekarang ini, atau bahkan lebih baik lagi jika memungkinkan. Terima kasih, TUHAN, TUHAN-ku. Amin.

Jadi dengan ini, kami berpamitan. Dan saya mengundang Baginda Raja Roo dari Pe untuk melakukan tur keliling dunia kita, siapa tahu rakyat-Nya ingin melihat pemandangan, apa yang dapat dilihat Raja mereka di sini. Dan kami saling mendoakan yang terbaik. Terima kasih, Terima kasih, TUHAN, karena telah mengizinkan kami bertemu hari ini dan bertukar percakapan yang menyenangkan. Kami mendoakan agar Baginda Raja Roo dan rakyat-Nya di Kerajaan Buddha Pe mendapatkan segala Rahmat yang mungkin dari TUHAN Yang Mahakuasa. Selamat jalan, Tuan, hanya dalam arti fisik. Namun, kita selalu bisa tetap berhubungan. Terima kasih telah membantu orang-orang kami di Bumi ini. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Di atas segalanya, kami bersyukur kepada TUHAN lagi, lagi, dan lagi. Kami selalu mencintai-Mu, TUAN, MAPA kami.

Maaf, saya sering batuk. Namun selama dunia ini masih memiliki karma yang berat dan kita belum bisa membersihkannya sepenuhnya, maka saya masih harus menanggung batuk ini. Tapi ini jernih; ini bersih. Ini tidak menular atau semacamnya. Lagi pula, itu tidak mungkin. Tinggal sendirian juga memiliki keuntungan karena orang-orang tidak melihat kita dan mereka tidak khawatir akan tertular. Terima kasih kepada kalian semua, anak-anak TUHAN yang agung, karena telah berbalik arah menuju jalan hidup ahimsa yang penuh kebaikan – ahimsa dalam ucapan, pikiran, dan perbuatan. Tindakan juga akan memengaruhi ucapan dan pikiran kita. Jadi, mulailah dengan solusi sederhana, yaitu pola makan vegan. Dan pikiran serta ucapan kalian seharusnya dipengaruhi dan mendapat manfaat dari gaya hidup ini. Jadi, kalian akan berbicara secara vegan, yang artinya dengan penuh kebajikan, belas kasih, dan welas asih. Perkataan kalian akan seperti itu, dan pemikiran kalian juga akan menjadi vegan. Maka tidak ada yang menghalangi kalian untuk kembali ke rumah, ke surga kalian sendiri atau kembali ke Rumah. Kalian bisa pulang ke Rumah dengan bimbingan dan berkah dari Para Suci, atau kalian dapat bergabung dengan Kerajaan Buddha mana pun untuk menikmati kedamaian yang telah tersedia melalui sumpah kuat dari Buddha tersebut untuk membantu kalian.

Saya mohon maaf jika ucapan saya tidak selalu lancar seperti yang saya inginkan, seperti yang ingin kalian dengar. Saya masih seperti dalam semadi. Saya belum sepenuhnya ada di Bumi. Namun saya selalu berusaha merekam sebelum saya lupa percakapan saya dengan para Buddha. Dan saya menyampaikan kepada kalian sebanyak mungkin informasi. Itu bergantung pada kondisi dunia ini dan pada waktu saya menerimanya, serta pada kewaspadaan saya terhadap dunia, atmosfer, energi, dan dukungan, sehingga saya dapat menerima lebih banyak atau lebih sedikit Rahmat dari TUHAN Yang Mahakuasa.

Terima kasih kepada kalian semua yang telah membantu menyebarkan informasi ini ke seluruh dunia. Terima kasih, seluruh tim kerja Supreme Master Television saya. Pahala kalian sangat, sangat besar. Semakin banyak kalian bekerja, semakin banyak pahala yang akan kalian terima, yang akan kalian simpan dalam sejarah Akashic kalian. Dan kalian dapat menggunakannya kapan saja untuk membantu siapa pun yang ingin kalian bantu, atau yang meminta bantuan kalian, atau yang memiliki afinitas dengan kalian; dengan Rahmat TUHAN, mereka akan dibantu. Entah langsung dari neraka, dari dunia ini ke surga, atau ke salah satu Tanah Buddha Yang memiliki kuasa untuk membantu mereka bagi kalian, atau melalui kekuatan meditasi Cahaya dan Suara (batin Surgawi) kalian sendiri, kalian dapat membantu sebagian.

Kita tidak bekerja untuk diri sendiri demi mengumpulkan pahala. Kita bekerja tanpa syarat karena cinta kita kepada semua makhluk yang menderita, tetapi pahalanya akan menjadi milik kita terlepas dari apakah kita menginginkannya atau tidak, berpahala ataupun tidak. Itulah Hukum Alam Semesta, tentang kebutuhan dan persediaan. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dari lubuk hati saya. Saya akan memberi kalian Cinta apa pun yang bisa kalian terima.

Tapi, saya juga mengucapkan selamat pada kalian karena memiliki pekerjaan terbaik di seluruh Alam Semesta. Tidak banyak yang bisa melakukan itu. Kalian tahu itu. Kita bekerja sama sebagai sebuah tim. Dan sebagian dari kalian seharusnya ingat bahwa saya membawa kalian turun dari Tanah kita, Alam Baru Tim Qo Tu, untuk melakukan pekerjaan ini, untuk membantu sesama. Kita tak sekadar mencapai Nirwana dan menikmatinya sendiri. Ya, banyak yang bisa menikmatinya. Tidak semuanya bisa turun dan bekerja. Tapi, kalian adalah para sukarelawan, para makhluk yang terbaik, yang paling berbakat, dan yang paling berempati. Di dalam hati saya, saya tahu itu. Dan di dalam hati kalian, kalian juga seharusnya tahu. Kita juga, sebagai satu kelompok, kita bersyukur.

Kita bersyukur kepada semua makhluk di Bumi yang berbagi cinta, pengetahuan, waktu, dan tindakan untuk membantu dunia ini, para vegan, para aktivis vegan, para aktivis cinta, untuk manusia, untuk insan-hewan, untuk perdamaian, untuk keadilan, untuk kehidupan yang layak didapatkan oleh semua jiwa, tapi belum mampu berenang keluar dari pusaran ombak yang menjebak di lautan penderitaan di planet ini. Kami berterima kasih kepada kalian semua. Saya pribadi berterima kasih kepada kalian semua. Serta memberikan sebanyak mungkin Berkah, Cinta, dan Pencerahan yang dapat saya berikan, sebanyak yang dapat kalian terima, kepada kalian semua yang berperan dalam membawa keadilan, kedamaian, dan cinta ke dunia ini. Terima kasih banyak kepada kalian semua. Saya berdoa agar kalian bisa menerima cinta saya di dalam hati kalian dan merasakannya, serta mengetahui berkah saya sehingga kalian terhibur dalam pekerjaan penuh kebajikan kalian dan dalam pekerjaan normal sehari-hari, yang harus kalian jalani agar dapat tetap berada di sini. Saya sangat mencintai kalian. Semua malaikat dalam wujud manusia ini, semoga TUHAN selamanya, selamanya memberkati kalian. Semoga kalian selamanya terbebas dari segala rasa sakit. Terima kasih kepada TUHAN karena telah memberkati kalian. Terima kasih, TUAN. Saya mencintai-Mu. Kami mencintai-Mu, TUHAN kami Satu-satunya dan yang MAHA Pengasih. Terima kasih, TUAN. Terima kasih.

Setelah percakapan dengan Baginda Raja Roo, TUHAN masih ingin saya tetap berada di area meditasi saya di dalam tenda, dan Raja Perdamaian juga. Jadi, mungkin saya perlu berbicara dengan Raja yang lain. Tapi saya akan bertanya pada TUHAN apa pekerjaan saya sekarang. MAPA, tolong beri tahu saya pesan apa yang Engkau miliki untuk saya, berapa banyak? Dua pesan dari MAPA. Yang pertama adalah, “Engkau layak atas Cinta.” Pesan kedua adalah... Saya seperti kembali ke kondisi setengah semadi lagi. Pesan kedua adalah, “Jangan khawatir. Kedamaian akan datang.” Oh, semoga saja begitu, TUAN. Terima kasih, TUAN. Ada pesan lain, TUAN, MAPA yang Penuh Kasih? “Tidak.” TUHAN berkata “Tidak”, tetapi Raja Perdamaian ingin berbicara dengan saya. Terima kasih, TUAN.

Photo Caption: “Menyambut Suasana Dingin dengan Warna Hangat”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (3/4)
1
Antara Guru dan Murid
2026-09-14
3472 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-09-15
2807 Tampilan
3
Antara Guru dan Murid
2026-09-16
2584 Tampilan
4
Antara Guru dan Murid
2026-09-17
2633 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-09-26
950 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-09-26
6263 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-09-26
553 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-09-26
530 Tampilan
36:08
Berita Patut Disimak
2026-09-25
136 Tampilan
Teknologi Zaman Keemasan
2026-09-25
124 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-09-25
844 Tampilan
Ringkas
2026-09-25
367 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh