Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Untuk Mengenal TUHAN, Kita Harus Menjadi TUHAN, Bagian 7 dari 11

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, Maha Guru Ching Hai menjelaskan bahwa ketika kita mendapatkan pencerahan seketika, kita melihat Cahaya Surgawi Batin dan terhubung kembali dng Tuhan. Guru mengubah karma tetap kita sehingga kita tidak perlu kembali pada kehidupan ini lagi, dan hanya Guru yang masih hidup yang dapat memberikan Rahmat dari Tuhan ini.

Jiwa di dalam diri mengetahui segalanya. Saat ingin terbangun, jiwa memahami segalanya; Anda akan melakukan segalanya untuk kembali kepada TUHAN. Namun, hanya jika jiwa memilih untuk siap.

(“Saya merasa bahwa Makhluk ini telah dikirim oleh TUHAN. Segala sesuatu berasal dari hati-Nya tanpa Dia perlu membacanya, karena semuanya sudah tertulis di dalam hati-Nya. Semoga TUHAN memberkati dan melindungi-Nya. Saya mencintai Anda.”) (“Saya merasa bahwa Makhluk ini diutus oleh TUHAN.”) Makhluk? Yang mana? (Anda. Anda. (Oh.) Bahwa Anda diutus oleh TUHAN.) (“Segala yang Anda katakan berasal dari hati. Dan itu tanpa membaca karena semuanya tertulis di hati Anda, dan semoga TUHAN memberkati Anda dan melindungi Anda. Saya mengasihi Anda.”) Terima kasih. Semoga TUHAN semakin memberkati Anda. TUHAN lebih mengasihi Anda.

(“Saya mencoba memvisualisasikan, tetapi saya tidak bisa melakukannya. Adakah teknik yang bisa dipelajari?”) (“Saya mencoba memvisualisasikan, tetapi tidak mampu. Adakah teknik yang dapat saya pelajari?”) Ya. Cobalah teknik kami. Tidak perlu melakukan visualisasi. TUHAN hadir dengan sendirinya. TUHAN bukan khayalan kita, jadi kita tidak perlu memvisualisasikan atau mengangankan-NYA. DIA ada. Kita hanya perlu tahu ke mana harus melihat.

(“Secara praktis, apa arti Pencerahan Seketika, dan bagaimana cara mencapainya?”) (“Secara praktis, apa arti Pencerahan Seketika, dan bagaimana kita bisa meraihnya?”) Ya. Pencerahan Seketika berarti Anda dapat segera tercerahkan. Begitu Anda duduk dan berkata, “Baiklah, Saya menginginkannya.” Saya akan tunjukkan caranya, dan Anda akan segera melihat TUHAN. Itulah arti pencerahan – itu berarti Anda melihat Cahaya (Surgawi batin). Cahaya (Surgawi) batin, Cahaya Kerajaan TUHAN, sangat cemerlang. Tidak seperti cahaya ini. Dan Anda tidak perlu mata untuk melihatnya.

Pencerahan berarti menjadi tercerahkan – melihat Cahaya (Surgawi batin), dan Cahaya (Surgawi batin) hanya berasal dari TUHAN. Cahaya (Surgawi batin) tak mungkin berasal dari kegelapan, yaitu kekuatan gelap. Jadi, Cahaya (Surgawi batin) berarti TUHAN. Saat melihat Cahaya (Surgawi batin) seketika itu juga Anda tercerahkan dan terhubung dengan TUHAN. Karena TUHAN ada di dalam diri kita, dan hakikat TUHAN adalah Cahaya, Musik, Kemuliaan. Jadi, sangat mudah melihat ini, karena TUHAN ada di dalam diri kita. Itulah sebabnya kita dapat segera melihatnya. Seusai ceramah, saya akan menunjukkan caranya.

(“Maha Guru Ching Hai terkasih, apakah takdir itu benar-benar ada? Apakah setiap orang sudah memiliki jalan yang diberikan dan ditentukan sebelumnya oleh TUHAN? Ataukah setiap orang harus mencari takdirnya sendiri? Saya mengasihi Anda. Terima kasih.”) (“[Maha] Guru Ching Hai yang terkasih, apakah takdir, nasib itu ada? Apakah setiap orang sudah memiliki jalan yang diberikan TUHAN, atau harus mencari jalannya sendiri? Saya mengasihi Anda. Terima kasih.”) Saya juga mengasihi Anda. Terima kasih.

Ada dua jenis takdir. Yang pertama ada takdir tetap, yang harus kita jalani pada kehidupan ini. Yang kedua disebut takdir masa depan, yaitu akibat perbuatan kita dalam kehidupan ini – “Apa yang ditabur, itulah yang dituai”. Terkadang juga ada sisa perbuatan masa lalu yang belum kita selesaikan.

Takdir-tetap harus dijalani setiap orang – tercerahkan atau tidak tercerahkan. Namun, orang yang tercerahkan dapat memperlancar takdirnya, menjadikannya lebih tertahankan, menyenangkan, atau mengurangi penderitaan yang harus dijalaninya. Dan terkadang, orang yang tercerahkan bahkan dapat menjalani takdirnya, penderitaannya dalam mimpi. Dia tidak perlu menjalaninya dalam kehidupan fisik. Dan takdir masa depan hanya harus dijalani oleh orang yang belum tercerahkan. Bagi orang yang tercerahkan, Kuasa Guru atau Rahmat TUHAN menanganinya dan menghapusnya dari jalannya, seperti membersihkan jalan.

Saat terhubung kembali dengan TUHAN, Kuasa Guru mengubah karma tetap – takdir tetap – dan membakar habis takdir masa depan. Maka, saudara atau saudari tidak perlu kembali ke kehidupan ini atau tidak perlu menjalani penderitaan yang menanti mereka.

(“Apa perbedaan antara teknik ini dan teknik para Guru tercerahkan lainnya, seperti Yogananda, Sri Chinmoy, dan Kirpal Singh?”) (“Apa perbedaan antara teknik ini dan teknik para Guru lain – Guru yang telah mencapai kesadaran dan tercerahkan – seperti Yogananda, Sri Chinmoy, dan Kirpal Singh?”)

Saya kira, hanya Gurunya yg berbeda. Pilihlah yang sesuai bagi Anda. Tidak perlu membandingkan. Tidak ada teknik untuk menemukan TUHAN. Hanya ada Rahmat TUHAN yang mengalir melalui Guru – seseorang yang masih hidup. Seandainya ada teknik – yang disebut teknik – tentu sudah tertulis dalam semua Kitab Suci dari semua agama. Demi berkomunikasi dalam bahasa manusia, kita harus menyebutnya teknik, metode, atau jalan. Sebenarnya, hal seperti itu tidak ada. TUHAN selalu memilih untuk mengajarkan DIRINYA melalui Diri yang hidup. Itulah sebabnya kita memerlukan Sahabat yang hidup, Pembimbing yang hidup, yang telah dianugerahi tugas ini.

Pada waktunya, setiap dari kita dapat menjalankan tugas ini setelah sepenuhnya mengenal TUHAN. Untuk itu, ego harus mati. Diri pribadi – apa pun sebutannya: “aku, saya, milikku” – harus lenyap terlebih dahulu. Namun, itu tidak lenyap hanya karena kita mengatakannya atau menghendakinya. Itu lenyap melalui pelatihan dari TUHAN, melalui Rahmat TUHAN, melalui pemurnian jiwa – proses yang berlangsung dalam jiwa orang tersebut. Tapi, kita semua bisa melakukannya. Jadi, sekalipun memang ada sesuatu yang disebut teknik, tentu saja cara penyampaian dan berkahnya berbeda-beda bagi setiap orang. Anda harus memilih jalan pengajaran atau Guru yang Anda rasakan memiliki afinitas dengan Anda.

Sepengetahuan saya, semua yang disebutkan tadi adalah Guru agung. Saya bahagia, bahagia, bahagia jika Anda memilih salah satu dari Mereka – meskipun tidak memilih saya. pilih saja salah satu dari Mereka, itu akan baik bagi Anda. Tapi, pilih Guru yang masih hidup. Guru Chinmoy masih hidup, tetapi dua Guru lainnya, saya kira, sudah berpamitan. Mereka sedang melakukan hal lain, di tempat lain. Hanya Guru yang masih hidup yang dapat menyampaikan Rahmat TUHAN ini kepada Anda. Itulah Hukum-NYA.

(Ini dalam bahasa Inggris terlebih dahulu.) Ya, tapi Anda terjemahkan ke bahasa Italia, lalu bahasa Inggris. (Oke.)

(“Bagaimana Anda mengajari orang untuk mencapai pencerahan sejati? Apakah Anda langsung mengajar mereka atau melalui orang lain? Adakah kelompok di sini yang mengajarkan Metode Quan Yin? Ketika menemukan metode ini, apakah Anda mempelajarinya bersama keluarga Anda? Apakah orang tua Anda religius?”) (Sebenarnya, ada banyak pertanyaan.) Oh, saya tahu. (“Bagaimana Anda mengajarkan cara mencapai Cahaya (Surgawi batin) sejati? Apakah Anda mengajar orang secara langsung atau melalui orang lain? Adakah kelompok di Roma yang mengajarkan Metode Quan Yin? Kapan Anda menemukan metode ini? Apakah Anda mempelajarinya bersama keluarga Anda? Apakah orang tua Anda religius?”) Silakan, ada sebuah buku contoh kecil; semua data saya yang “tidak penting” ada di sana. Kami juga memiliki beberapa narahubung di Roma. Dan saya akan menugaskan beberapa saudara dan saudari yang lebih berpengalaman dalam metode ini untuk menjawab semua pertanyaan Anda dan mengajari Anda beberapa hal mendasar. Dan tentu saja, saya langsung mengajari Anda. Tapi, Anda hanya perlu pelajari sekali, lalu tiap hari bisa melakukan sendiri. Jika ada pertanyaan, Anda dapat bertanya lagi kepada kami.

Photo Caption: “Hutan-Hutan Muda Mini yang Energik Berkembang di Dalam Hutan Purba”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (7/11)
1
Kata-kata Bijak
2026-08-17
2163 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-08-18
1815 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-08-19
1850 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-08-20
1687 Tampilan
5
Kata-kata Bijak
2026-08-21
1390 Tampilan
6
Kata-kata Bijak
2026-08-22
1265 Tampilan
7
Kata-kata Bijak
2026-08-24
906 Tampilan
8
Kata-kata Bijak
2026-08-25
649 Tampilan
9
Kata-kata Bijak
2026-08-26
412 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-08-26
551 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-08-26
412 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-08-26
699 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-08-26
3295 Tampilan
33:26
Berita Patut Disimak
2026-08-25
184 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-08-25
649 Tampilan
Veganisme: Cara Hidup Mulia
2026-08-25
176 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-08-25
1135 Tampilan
Ringkas
2026-08-25
550 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh