Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, Maha Guru Ching Hai mengungkapkan bahwa ketulusan dan kerinduan sejati akan pembebasan sangat penting untuk menuntun kita menuju pencerahan, mengubah sikap batin kita, dan memperdalam pemahaman kita tentang kehidupan. (“Apa itu pencerahan seketika? Lalu apa saja kriterianya?” Apa jalan pintas menuju pencerahan, dan apa kriterianya?) Pencerahan seketika berarti Anda langsung tercerahkan. Hanya itu saja. Seperti uang tunai langsung. Anda pergi ke bank, Anda dapatkan uang tunai seketika. Jika Anda datang kepadaku untuk inisiasi, Anda akan mendapatkan pencerahan seketika, oke? Dan sekarang, kriterianya adalah Anda harus tulus dan benar-benar mendambakan pembebasan dan pencerahan. Bersikaplah tulus dan terbuka, karena kita butuh bantuan. Beri aku kesempatan buktikan kepadamu. Selain itu, setelahnya, kita harus dengan tulus berlatih setiap hari untuk menemukan lebih banyak Surga di dalam diri kita dan kembali ke Surga Maha Tinggi, atau Nirvana, atau Tanah Buddha. Dan juga, setelah inisiasi, kita harus mengucapkan sumpah welas asih, amal, dan penuh kasih saying: tidak memakan (insan-)hewan , tidak menyakiti siapa pun dengan cara apa pun. Itulah dasar dari pencerahan yang baik dan abadi. Dan jika Anda terus berpegang pada hal-hal ini, Anda akan semakin tercerahkan setiap hari hingga Anda mencapai pencerahan penuh, menjadi Buddha atau menjadi seperti Kristus. Lalu Anda dapat bantu diri sendiri, bantu orang lain untuk pembebasan, jika mereka ada pertalian dng Anda. Menjadi seorang Guru. Ya. (Ini juga pengalaman saya sendiri.) Saya bertanya-tanya kapan saya akan mendaftar untuk inisiasi saya di California pada tanggal 29 Mei. Dan selama inisiasi, seketika itu juga saya melihat Cahaya (Surgawi batin) dan mendengar Suara (Surgawi batin). Ini benar sekali. Oke. Ini pertanyaan berikutnya. “Bagaimana cara menerapkan teori pencerahan dalam latihan kehidupan sehari-hari?” Kegiatan apa yang kita lakukan? Buku apa yang kita baca? Doa apa yang kita panjatkan, dsb?” Anda tahu, kita tak memiliki rumus baku tentang apa yang harus Anda doakan, tapi Anda dapat berdoa agar semakin tercerahkan setiap hari dan semakin dekat dengan TUHAN. Dan itulah doa tertinggi. Lebih dekat dengan Kebuddhaan, kepada TUHAN atau Kebuddhaan, itu sama saja. Dan Anda bermeditasi setiap hari. Anda bisa berdoa apa pun yang ingin Anda doakan. Doa-doa mulia selalu diterima oleh TUHAN, oleh para Buddha. Dan aktivitas yang Anda lakukan seperti yg Anda lakukan setiap hari. Jika Anda seorang dokter, Anda merawat pasien Anda. Jika Anda seorang insinyur, Anda merawat mesin-mesin Anda. Jika Anda seorang sopir taksi, maka Anda bertugas menjaga pelanggan dan antar mereka ke tempat tepat. Setelah pencerahan, hanya ada sedikit perbedaan. Anda lakukan dng penuh pengabdian dan kasih, bukan dng ketidaktahuan dan hanya mencari uang spt sebelumnya. Aktivitas berjalan normal; Hanya sikap yang berubah dan pemahaman mental pun akan berubah. Kita melakukannya dengan penuh kerendahan hati, kasih pengabdian, dng kesadaran bahwa ada Kekuatan Tertinggi di balik setiap tindakan kita. Itu sangat meyakinkan dan sangat menggembirakan. Bukan hanya membosankan, tetapi melakukan pekerjaan membosankan setiap hari tanpa kehidupan, tanpa inspirasi. (Saya pernah mendengar bahwa beberapa sekte agama melarang perpindahan dari satu sekte ke sekte lain.) Apakah menurutmu tak apa-apa melakukan hal itu? Jika seseorang mendapati bahwa Guru lain lebih menarik dan cocok, apakah Anda melarang murid-murid-Mu untuk pindah?) Tidak, saya tidak masalah. Saya tidak akan pernah melarang siapa pun untuk melakukan apa pun. Jika Anda berpikir guru-guru lain lebih baik, lebih tercerahkan, lebih hebat, maka silakan saja. Pergi dengan cepat. Dan jika Anda mendapatkan sesuatu, silakan kembali dan bagikan dengan saya. Tapi saya meragukan itu juga. Saya meragukan itu. Saya ragu ada orang yang lebih menarik. Jika Anda memiliki pertalian dengan Saya, Anda akan merasa saya Oke, Saya yang terbaik, Saya Yang Maha Agung. Karena kita memiliki pertalian satu sama lain; Kita merasa nyaman satu sama lain, jadi kita tidak mencari orang lain. Orang lain yang berpindah dari satu sekte ke sekte lain, itu karena mereka tidak memiliki pengalaman pencerahan. Mereka masih goyah imannya. Mereka ragu terhadap sekte mereka, terhadap kekuatan pemimpin mereka yang disebut- sebagai pemimpin spiritual, sehingga mereka harus berubah. Jika setelah Anda memiliki beberapa pengalaman dari seorang Guru dan Anda tahu Guru itu punya kekuatan cukup dan melindungi Anda, serta membimbing Anda melewati tahap2 ketidaktahuan Anda, maka Anda tidak perlu mencari di tempat lain. Guru lain, jika telah tercerahkan, akan lakukan hal yang persis sama. (“Apakah menurutmu dunia akan segera berakhir?” Saya rasa Anda telah menjawabnya.) Tidak, menurutku tidak begitu. (Baiklah. “Yesus Kristus berkata, 'Pada Hari-hari Kiamat, banyak Guru-Guru akan muncul.' Apa pendapatmu tentang ini?”) Banyak sekali guru palsu, bukan? Atau banyak Guru? (Banyak Guru.) Yah… sudah kukatakan sebelumnya. Jika perlu, banyak Guru akan muncul; tidak perlu Hari Kiamat atau hari kedua atau hari pertama. Bagaimanapun, kita tak seharusnya selalu berpikir negatif. Kita harus percaya pada Rahmat dan Kekuasaan Tuhan atau Sang Buddha. Jika kita lakukan perbuatan baik dan berdoa pada Tuhan atau Buddha utk pertolongan, atau mendapatkan pencerahan melalui seorang Guru hidup, kita tidak perlu takut. Kita tidak perlu takut. (“Bisakah seseorang mencapai pendengaran fisik sepenuhnya melalui meditasi?”) Pendengaran fisik? Ya, sebagian bisa, sebagian bisa. Namun pendengaran fisik tidaklah sepenting itu; pendengaran batin jauh lebih penting. Kita hanya bisa mendengar suara-suara dunia ini; sebagian besar suara itu tidak menyenangkan, hanya gosip dan pertengkaran hebat. Jika kita bisa mendengar Bahasa Surgawi, Pesan itu, akan lebih baik. Saya tidak dapat menjamin bahwa melalui meditasi, pendengaran fisik Anda akan pulih, tetapi saya dapat menjamin bahwa Anda dapat mendengar segalanya dari Surga hingga neraka, dari semua Alam Buddha, atau dari yang tertinggi hingga yang terendah. Itu bisa saya jamin. (“Mengapa Yesus Kristus tidak mengajarkan vegetarianisme, sejauh yang saya pahami dan ketahui dari Alkitab?”) Silakan baca artikel saya, “Mengapa Orang Harus Vegan (Manfaat Diet Vegan).” Saya rasa sudah cukup banyak yang saya sampaikan tentang Alkitab. Yesus mengajarkan vegetarianisme kepada orang-orang. Dia sendiri seorang vegetarian. Kebanyakan orang tidak memahami (Tuhan) Yesus. (“Dari mana datangnya kekuatan negatif dan kreatif itu? Dari Tuhan? Mengapa Dia biarkan hal itu terjadi? Apakah ada tujuan sama sekali?”) Ini semacam teater, untuk menampilkan sisi negatif dan positif. Ada kesenangan di sana. Kalau tidak, tidak seru ya? Sama seperti di dunia ini kita memiliki siang hari dan malam hari. Malam hari adalah waktu untuk kita beristirahat, dan siang hari adalah waktu untuk kita aktif dan bekerja. Maksud saya, kita butuh waktu istirahat. Jika Anda tak bisa tidur selama dua, tiga hari, Anda akan merasa parah. Jadi malam adalah waktu untuk ridurkan segalanya, beristirahat dan pulihkan diri. Musim dingin pun sama. Anda melihat semua daun berguguran dan semuanya tampak kering dan mengerikan. Tapi kemudian mereka memulihkan kekuatan mereka di musim semi. Mereka butuh istirahat. Jadi, segala sesuatu diciptakan dalam bentuk yang berlawanan, berpasangan, agar saling lengkapi. Sekarang kita tidak perlu takut pada kekuatan negatif. Kita hanya perlu memahami cara kerjanya agar dapat mengendalikannya dan tidak terjerat dalam cengkeramannya. Itulah alasan kita dapat pencerahan. Bukan berarti kita dapat pencerahan lalu jauhi kekuatan yg berlawanan, atau membenci kekuatan negatif atau Maya, dan sebagainya. Bukan begitu kenyataannya. Untuk mencapai pencerahan adalah dengan memahami hal positif dan negatif, kemudian mereka dapat saling menyelaraskannya, dan selanjutnya kita bahkan dapat menembus batasan antara negatif dan positif. Melewati hal-hal yang tidak negatif dan tidak positif, pergi kepada Yang Maha Tinggi di mana semuanya menyatu dalam harmoni dan tidak ada perbedaan antara negatif dan positif seperti di sini. Segala sesuatu berasal dari TUHAN; semuanya baik-baik saja. Sebenarnya, ini hanya sandiwara; Ini saling melengkapi. Sama seperti di panggung teater, ada peran raja yang baik, orang-orang yang berbudi luhur, dan ada peran pembunuh, orang jahat dan kejam. Segala macam hal. Jika tidak, teater tidak akan menyenangkan bagi kita. Anda boleh bertanya pada sutradara, "Mengapa Anda ciptakan karakter jahat itu? Wajahnya sangat jelek, dan perbuatannya sangat jahat. Orang jahat, orang sangat jahat, mengapa Anda menciptakannya? Untuk apa? Anda bisa menuliskan semua orang baik dengan pena Anda sendiri.” Semua orang ini tercipta berkat pena Anda sendiri. Tapi dia butuhkan itu utk hasilkan uang, kan? Dan dia juga butuh semua orang jahat ini untuk menghibur kita. Jadi, yang harus diketahui penonton adalah bahwa ini semua hanyalah sandiwara, semua pertunjukan, dan tidak boleh terlibat di dalamnya. Dengan cara yang sama, kita harus bersikap seperti penonton. Kita harus cukup bijaksana, cukup tercerahkan untuk mengamati semua permainan alam semesta dan keluar dari penderitaan. Itulah mengapa sebagian orang, ketika menonton film atau teater, mereka menjadi sangat larut dalam pertunjukan – mereka menangis, menjerit, dan tersedak karena emosi. Anda tahu itu? Ya. Begitulah keadaan kita sekarang. Ketika kita tidak peduli, kita merasa tercekik, atau senang, atau kita menjadi marah, terlibat secara emosional dalam permainan tsb. Jika kita sudah tercerahkan, kita akan tenang dan terkendali dan kita melihat; kita menikmati, tetapi kita tidak menderita. Kita “menikmati” semua penderitaan. Kita melihat segala sesuatu sebagai sebuah film, sebuah teater. Kita tidak lagi merasa terlibat atau terlukai secara pribadi. Oleh karena itu, neraka atau Surga, semua itu hanyalah ilusi. (Guru, maaf, saya tidak bisa majuu ke mikrofon.) Boleh saya tindaklanjut pertanyaan itu? Mengapa ada suasana senang? Apa ada tujuannya, seperti tujuan untuk belajar? Jika di sini begitu menyenangkan, apa insentif untuk menemukan sebuah Surga, sebuah Firdaus? (Kita toh bersenang-senang di sini.) Baik! Kalau begitu, Anda menetap. Pertanyaan pertama adalah, “Mengapa itu disebut ciptaannya?” Karena kita menyukainya. Sama seperti kita pergi ke teater – kita bahkan membayar untuk itu. Dalam hidup, sudah cukup banyak kesengsaraan, sudah cukup banyak kesenangan, tapi kita membayar mahal untuk pergi ke teater hanya untuk melihat hal sama, bukan? Melihat orang-orang bertengkar dan berkelahi, dan semua hal semacam itu, yang terkadang terjadi dalam kehidupan. Jadi orang-orang menyukainya, orang-orang menyukainya. Sama halnya, kita menyukainya. Terkadang kita ciptakan semua itu. Menurutmu kita tinggal di Surga terus dan tak lakukan apa-apa? Itu akan sangat membosankan, jadi terkadang kita suka bersenang-senang, bermain-main. Lalu kita mendapat masalah karena terlalu bersenang-senang, dan kemudian kita menangis. Ketika Anda menangis karena sudah cukup bersenang-senang, maka Sang Guru akan datang dan membawamu Pulang. Dan katakan, “Hei, itu hanya teater.” "Balik lagi." Namun, jika Anda belum cukup menikmati kesenangan tersebut, maka Anda tentu saja akan menetap. Tak ada yg bisa menyuruhmu pergi; tak ada yang akan melakukannya. Oleh karena itu, banyak orang masih tetap menetap di dunia ini. Hanya sedikit yang ingin Pulang; mereka sudah merasa cukup, mereka merasa lelah. Saya hanya untuk mereka yg lelah. Jika Anda masih merasa dunia ini sangat menyenangkan, baiklah, selamat datang, tetaplah di sini. Saat waktunya tiba, Anda akan memanggil, Anda akan menangis. Photo Caption: “Biarkan Hidup Mengelilingimu dengan Keceriaan yang Cerah”











