Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Dari Afrika dengan Cinta, Bagian 8 dari 10

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, percakapan riang tentang pisang raja membawa Maha Guru Ching Hai untuk merenungkan makna penuh kasih dari persembahan pisang, tawa sebagai tanda ketenangan spiritual, dan nilai yang lebih dalam dari kebijaksanaan batin.

(Anda maunya yang ini matang. Ini dimakan sebagai makanan, bukan...) (Untuk dimasak.) Ya. Untuk dimasak. (Ini adalah pisang raja.) Tapi mereka harus sudah sedikit matang dulu, kan? (Jika sudah matang, rasanya tidak semanis biasa.) Ah, benarkah? Seperti ini, Anda sudah bisa makan? (Ya, Anda memasaknya.) (Yang ini biasanya dimasak.) (Benar.) Bagaimana cara memasaknya? Direbus. (Mereka mengukusnya.) Oh, oh. (Jika direbus, bisa saja, tetapi mengukusnya, lebih baik.) Oh, karena airnya masih ada di dalam. Dikukus lalu dimakan begitu saja, tidak perlu ditunggu lagi, kan? Sudah siap makan. Oh, oh, saya banyak belajar hari ini. Sarapan besok, oke? Bukan untuk Anda – Anda pulang saja tidur. Anda cukup mengasapi pisang itu dengan matamu, dan besok pisang itu akan matang untuk saya. Ya. Jadi, lain kali kalau kita naik pesawat itu penuh asap, kita bawa pisang. Jadi, kita tidak memarahi orang, tetapi kita memanfaatkan kekuatan negatif menjadi positif.

(Dan saat Anda datang di bulan Juli, Anda akan mendapati perkebunan panen banyak pisang.) Penuh. (Banyak di antaranya akan siap.) Oh, baiklah. Kalau begitu kita akan sarapan setiap hari. (Banyak dari perkebunan.) (Sebenarnya, kami ingin menanam dalam skala yang cukup besar pisang jenis ini. Kami ingin menggarap setidaknya 100 hektar sejauh ini. Saya juga akan menanam yang kecil.) Berapa banyak...? (Dan harus seperti (Pisang yang manis.) pisang yang manis.) Mungkin amplop itu akan membantumu membuat sudut perkebunan. (Ya.) Saya tidak tahu. Oh, silakan, silakan. Buat yang lebih besar. Satu sudut.

Baik. Saya sangat senang Anda telah datang. Seharusnya Anda tidak membawa ini. Ini beban yang berat. Dan Anda tidak perlu membawa terlalu banyak. Mungkin tiga saja – sudah cukup sebagai simbol. Tiga untuk Tritunggal. (Tidak apa-apa. Karena tiket kami cukup.) Apa tidak apa-apa? Beratnya tidak berlebih? Oh. Hanya orang Afrika yang akan melakukan itu.

Anda tahu, mereka mengirim dua perwakilan tingkat tertinggi dari ashram dengan membawa pisang, penuh cinta dan suasana kekeluargaan. Jika Anda mengirimi saya emas sekeranjang, itu tidak akan terlalu saya hargai. Karena itu, saya membiarkan semua menikmati hadiah pisang itu. Ini bukan sekadar pisang – ini adalah cinta dari Guru spiritual yang sangat maju dari Afrika, yang mewakili seluruh rakyat Afrika. Mengerti? Dan terutama karena dikirimkan – diantar langsung. Dibawa dan diantar langsung, dengan penuh cinta dan hormat. Jadi, semua orang bisa makan sepotong kulitnya, dan sisanya untuk saya.

Ada cukup untuk semua orang. Besok – bisakah kita memakannya besok, atau kita tunggu beberapa hari lagi? (Ya.) Sungguh. Saya tidak percaya. Saya bukan ahli pisang, ya. (Sudah siap untuk dimakan.) Benarkah? Apa Anda yakin? Jika sesuatu terjadi pada saya, saya akan mengadu sampai ke Afrika. Anda tahu itu. Anda tahu kan, saya bukan tipe orang yang mudah ditipu.

Anda tahu bagaimana saya selalu menuntut makanan saya? Oke. (Tidak, saya mengatakan ini berdasarkan pengalaman saya.) Pengalaman. Oh, ya, ya. Sejak kecil, kan? (Ya.) Pengalaman sendiri adalah yang terbaik. Nah, untuk itu, kita akan mengukus semuanya besok. Bagaimana cara mengukusnya? Cukup masukkan ke alat pengukus. Dan kukus – berapa lama? (Yah, secara tradisional... Saya tidak tahu di mana. Namun pohon tempat tumbuhnya memiliki daun yang sangat besar. (Ya.) Lalu daun-daun ini dilipat bersama, kemudian masukkan air ke dalam panci, dan lalu yang ini setelah dikupas.) Setelah dikupas. (Dikupas, ya, mereka mengupasnya untukmu.) Oh, dan letakkan di atas daun… (Lalu mereka mengikat daun pisang itu.) Seperti kue pisang. (Lalu tutup rapat, dan kemudian rebus.) Oh, rebus saja. (Pisang dan daun pisangnya.) (Namun, ia tidak menyentuh air.) Paham, karena ini seperti mengukus. Ya, bahkan begitu. Jadi sekarang bisa… (Namun untuk mempermudah, Anda bisa hanya (Kukus seluruhnya.) masukkan air dan rebus seperti (Rebus seperti itu.) sayuran setelah dikupas. Apa? (Dan memasaknya, agar uapnya keluar dari pisang, sehingga tidak meletus. Atau kurang lebih seperti itu.) Oh, akan terasa seperti bom.

(Kami mengupasnya.) Oh, itu tidak buruk. Tidak buruk. Masukkan pisang ke dalamnya, kukus, dan ketika waktunya tiba, pisang itu dikirim ke sini ke meja. Akan meledak ke meja, dan kita hanya duduk di sana menunggu dengan mulut terbuka lebar. Dan pisang itu akan meluncur masuk dengan cepat. Itulah teknik modern memakan pisang Afrika. Jadi, besok siapa yang akan bertanggung jawab merebus pisang-pisang ini? (Kami akan melakukannya. Chantal sangat pandai menyiapkan pisang dan sausnya.) Apakah dia tahu? (Kami membuat suatu saus.) Sungguh. Anda membuat masalah untuknya. Anda bertanya padanya apakah dia bersedia melakukannya. (Kami akan membantu. Kami akan menjadi asistennya.) (Saya sangat lambat mengupasnya, ...saya) Mengupasnya tidak masalah. Cukup melemparnya ke kerumunan dan akan terkupas dengan singkat. (Kami akan mempersiapkannya.) Ya. Anda cukup membagi satu pisang untuk dua orang, dan mereka menyobeknya.

Brother, Anda belum pernah melihat seorang Guru banyak tertawa sebelumnya? Ya. Anda serius sekali. Dia kurang serius. (Saya tahu.) Sudah berapa lama Anda bersama Guru? Lebih lama darinya? (Sebelas tahun.) Dan dia? (Lima tahun.) Lima setengah tahun? (Lima tahun.) Lima tahun. (Ya. Kami berasal dari Rwanda.) Tak heran, Anda hanya tertawa setengah dari waktu dia tertawa. Dia sudah sebelas tahun bersama Guru. Dia lebih santai. Guru “memukul”nya dari atas sampai bawah. Dan sekarang dia sangat lembut dan mudah dibentuk. Dan Anda butuh lima tahun lagi atau enam tahun lagi. (Oke.) Ya, dan kemudian Anda bisa tertawa seperti dia. Tapi kemudian dia akan mengalahkanmu.

Ya, itu benar. Semakin sering Anda bersama Guru, semakin mudah bagi Anda untuk menertawakan segala hal. (Tepat sekali, ya.) Begitu saja menyatu dengan situasi –bukan karena tertawa, tetapi untuk menyatu dengan situasi tersebut. (Situasinya, ya.) Dan Anda tidak merasa terhalang oleh lingkungan sekitar. Anda merasa langsung berbaur, dan Anda hanya salah satu dari mereka. Itulah mengapa kita mudah tertawa, atau kita memahami pasangan kita. Tapi bagus sekali bagaimana Guru Anda melatih Anda – sebelas tahun, ya? Yang membuat Anda jadi seperti itu. Anda pasti pernah setengah mirip dengannya sebelumnya. Benar kan? (Saya bahkan lebih galak darinya.) Kami menertawakan Anda, tapi itulah harga yang harus Anda bayar ketika tidak ada orang lain di sekitar Anda.

Jadi, siapa nama Anda? Saya lupa. (Bukka.) Bukka? (Muyambi.) Muyambi. Apa artinya – “Muyambi”? (Muyambi artinya “penolong.”) Hah? (Seorang penolong.) Penolong. Dan Anda? (Bukka adalah suara bersin…) Mereka berkata, “Semoga Tuhan memberkatimu.” (Mereka bilang, “Bukka.”) Semoga Tuhan memberkatimu, ya? (Yang sebenarnya artinya bahwa saat seseorang tenggelam, dan Anda mengatakan kepadanya, “Jangan tenggelam, muncullah ke permukaan.”) Oh, benarkah begitu? (Jadi proses muncul kembali ke permukaan alih-alih tenggelam adalah “bukka.”) Jadi, Anda sudah muncul kembali sekarang?

Oh, itu bagus. Apakah nama ini dipilih oleh Guru atau nama sejak lahir? (Tidak, nama saya memang itu.) Yaitu “Muyambi”, “Bavasi”, “Vetu Ikira”. Itu adalah nama-nama dari Guru. “Muyambi” berarti “sang penolong,” “Bavasi” berarti “sang penyayang,” “Vetu Ikira” berarti “Orang yang telah mencapai Sumber.” Oh, jadi “penolong dari Dia yang telah mencapai Sumber.” Benarkah begitu? (Saya kira, itu artinya.) Oh, begitu, saya mengerti. Jadi semacam asisten bagi Sang Guru, ya?

Ya. Kurasa bahasa Prancis lebih cocok untuk Anda, benarkah? (Ya, bahasa yang saya kuasai lebih baik, karena saya mempelajarinya dari…) Masa kecil. (Masa kecil, ...saya) Ya. (Dulu saya bekerja di… Prancis.) Oh. Benarkah begitu? Tapi kenapa Anda juga bisa berbahasa Inggris? (Saya belajar dari Yayasan tersebut.) (Dia mempelajarinya dari Yayasan tersebut.) Oh, ya? (Ya.) Anda mempelajarinya di sana saja? (Ya, tapi saya juga pernah kuliah di Boston.) Di Boston? Oh, saya mengerti. Saya mengerti. Di Harvard? Bukan? (Bukan, Boston College.) Oh. Oke. Dan Anda belajar di sana dalam waktu yang lama? (Tidak, itu program pascasarjana saya. Setelah meraih gelar MBA, saya mengikuti pelajaran di sana.) Jadi, kalian berdua sangat berpendidikan dalam hal spiritualitas maupun pengetahuan duniawi. Jadi, Guru memilih sepuluh teratas. dari Afrika untuk bekerja bagi-Nya. (Pengetahuan spiritual tak terbatas.) Jadi...) Ya, itu benar. (Kita hanya punya sedikit sekali.)

Namun, Anda lihat bagaimana kaum elit datang menghadap Sang Guru. Dia berpendidikan sangat minim. Dia tidak peduli dengan gelar tinggi, tetapi Dia tahu banyak hal, tahu tentang sains dan bahasa, dan semua itu. Dia tahu banyak hal. Jadi kita tahu bahwa pengetahuan spiritual ini lebih unggul daripada pengetahuan duniawi apa pun. Banyak guru India juga – mereka tidak berpendidikan tinggi, tetapi banyak orang tetap bertekuk lutut mengikuti mereka. (Namun secara pribadi, saya pikir mereka tidak memerlukannya karena apa yang Anda pelajari di sekolah biasa ini, mereka sudah mengetahuinya.) Ya, ya, ya. (…dan Anda mempelajari hal-hal yang salah.) Hal-hal yang salah. Lalu, setelah Anda datang kepada Guru, Anda harus menghapus semua itu, (Ya.) kaset yang salah, rekaman yang salah. Dan untuk membuat rekaman itu jernih kembali, agar dapat merekam hal-hal baru dan bermanfaat. (Ya.) Sungguh menakjubkan, luar biasa apa yang harus kita lakukan.

Dan betapa kita ditipu di dunia ini. Beberapa guru Zen mengatakan bahwa lebih baik kita dilahirkan tuli dan bisu sejak awal, dan bahkan buta, karena mata di sini – tidak dapat melihat Kebenaran. Telinga –tidak dapat mendengar Kebijaksanaan dari Tuhan. Ya? Dan semua perkataan yang kita ocehkan di dunia ini - juga tak ada gunanya, omong kosong. Bahasa yang kita pelajari sejak kecil, dan membutuhkan begitu banyak waktu dan usaha untuk diasah, tidak berguna dibandingkan dengan Bahasa (Surgawi batin) yang kita dengar dari dalam diri. Benar kan? Dan itulah Sumber dari segala kebijaksanaan. Dan orang yang mendengar Bahasa (Surgawi batin) di dalam batinnya akan mengetahui semua bahasa. Sebenarnya, memang seperti itu, karena Guru yang ada di dalam diri berbicara dalam semua bahasa. Manifestasi dari Sang Guru di dalam diri – meski pun Sang Guru di luar tidak dapat berbicara satu atau dua bahasa, tetapi Guru batin menjawab kepada semua murid, dari berbagai negara berbeda, berbagai bahasa berbeda, dalam bahasa mereka sendiri. Oleh karena itu, sesungguhnya, Bahasa (Surgawi) batin adalah bahasa dari semua bahasa – Sumber dari semua kebijaksanaan dan pengetahuan, Sumber dari semua bahasa dan musik di dunia ini. Jadi, jika kita memiliki itu, kita memiliki segalanya. Memang benar – ini sangat indah. Metode kami sungguh indah. Suara (Surgawi) batin itu indah.

Jam berapa sekarang? Kurasa kita seharusnya sudah bebas sekarang, ya? (11:00 (PM).) Sebelas? (11:10 (PM).) Oh! Cepat sekali! (Ya.) Oh!

Photo Caption: “Semua Cinta Bersinar dalam KASIH TUHAN”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (8/10)
1
Kata-kata Bijak
2026-02-09
1698 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-02-10
1424 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-02-11
1454 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-02-12
1196 Tampilan
5
Kata-kata Bijak
2026-02-13
1087 Tampilan
6
Kata-kata Bijak
2026-02-14
945 Tampilan
7
Kata-kata Bijak
2026-02-16
564 Tampilan
8
Kata-kata Bijak
2026-02-17
433 Tampilan
9
Kata-kata Bijak
2026-02-18
361 Tampilan
10
Kata-kata Bijak
2026-02-19
27 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Ringkas
2026-02-19
1 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-02-19
27 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-02-19
31 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-02-18
562 Tampilan
35:03
Berita Patut Disimak
2026-02-18
299 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-02-18
361 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-02-18
712 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-02-17
685 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh