Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya

Tentang Masa Muda dan Cinta Tanah Air dan Semua Makhluk: Pilihan dari ‘Love of Centuries’ oleh Maha Guru Ching Hai (vegan), Bagian 2 dari 2

2026-02-05
Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Mari kita lanjutkan “Bagian 1: Masa Muda dan Cinta Tanah Air” dari buku “Love of Centuries,” karya Maha Guru Ching Hai, dimulai dengan puisi “Dan Suatu Hari”, yang mengenang kesulitan dan kesedihan perang, diikuti dengan penjelasan lukisan Maha Guru Ching Hai “Pertempuran antara Yin dan Yang”, yang merinci sifat ilusi dunia ini dan pentingnya menemukan seorang Guru yang tercerahkan yang dapat menuntun kita menuju Kebenaran abadi.

Bagian 1: Masa Muda dan Cinta Tanah Air

Dan Suatu Hari (Và Một Ngày) “Aku mendaki gunung suatu hari Untuk kunjungi kembali gubuk kecil Di hutan masa kecilku Tempat aku biasa mandi di sumber sungai. Saat itu masa perang Dievakuasi bersama penduduk desa Orang tua bekerja di ladang berbatu Melindungi putri-putri kecil mereka. Sebuah gubuk sederhana beratap jerami di lereng bukit Jauh dari bom yang berjatuhan dan peluru yang beterbangan! Aku ingat bertahan hidup dengan singkong, separuh mangkuk nasi Aku ingat malam-malam yang sangat dingin Macan tutul dan harimau mengaum di halaman rumah! Aku ingat malam-malam larut dengan bulan yang bersinar terang Dan aroma lembut anggrek yang harum. Ayam jantan berkokok riang menyambut pagi baru Seperti hari-hari damai itu! Di sinilah, bersama teman-teman, Aku sering berlindung dari Terik matahari musim panas Di bawah ranting yang begitu hijau Sambil berbagi seporsi ubi jalar keemasan. Masa kecil berlalu dengan cepat, Lalu kedamaian datang ke negeri itu. Namun ikatan yang dalam terkoyak, Dipisahkan sungai penuh tanya!... Suatu hari aku mendaki gunung, Mengenang masa kecilku yg indah Memandang perbukitan dan hutan dari masa lalu, Dan jejak-jejak perang yang menodai masa mudaku!...”

Lukisan Maha Guru Ching Hai: “Pertempuran antara Yin dan Yang” “Karya ini menggambarkan dua pria yang memainkan peran paradoks dari kekuatan Yin dan Yang dalam sifat manusia, terjebak dalam dunia ilusi. Dengan demikian, mereka terlibat dalam duel maut antara positif dan negatif, yang nyata melawan yang palsu. Mereka begitu asyik bertempur sehingga gagal menyadari perlunya mendamaikan perbedaan dan bekerja sama satu sama lain untuk melepaskan diri dari dunia fana, yang dilambangkan oleh api yang perlahan membakar di sekitar mereka. Sosok-sosok itu tidak menyadari wanita yang dingin dan acuh tak acuh (alat Raja Maya) yang mencibir dengan nada menghina, 'Kalian berada di bawah kendaliku.' Aku punya banyak waktu untuk bermain denganmu. Tidak perlu terburu-buru. Luangkan waktu untuk memanggang perlahan di atas api. Nikmati penderitaan ini dengan perlahan! (Catatan: Api di latar belakang lukisan Maha Guru Ching Hai berukuran kecil, redup, dan menyala sangat lambat.) Lukisan ini mengingatkan kita untuk tidak terbuai oleh dunia ilusi yang tampak begitu nyata. Hanya melalui praktik spiritual mengikuti jejak seorang Guru yang tercerahkan kita akan mampu mengatasi ilusi duniawi dan menemukan Kebenaran abadi.”

Selanjutnya, dengan senang hati kami mempersembahkan “Bagian 2: Kasih untuk Semua Makhluk,” dari buku “Love of Centuries,” karya Maha Guru Ching Hai. Puisi “Hati Seekor Anak Anjing” menunjukkan kasih tanpa syarat yg dimiliki hewan peliharaan kita terhadap kita, para pengasuhnya. Puisi “Kata-Kata Seekor Ayam Betina” menunjukkan kasih sayang yg dimiliki manusia-hewan terhadap anak-anak mereka, penghargaan mereka terhadap kehidupan yang damai, dan rasa sakit serta penderitaan mereka ketika manusia membunuh mereka untuk dimakan.

Bagian 2: Kasih utk Semua Makhluk

Hati Seekor Anak Anjing (Lời Chú Vện) “Aku hanya seekor anak anjing kecil Tapi cintaku meluap Dengan pengabdian penuh kepada pengasuhku, Sepanjang hidupku, Aku takkan pernah goyah. Terima kasih atas kemurahan hatimu yg merawat kehidupan sederhanaku, Memberiku minuman dingin dan makanan lezat Kasur empuk, serta selimut hangat. Di hatiku, hanya engkau yang ada, Idola dan tuanku seumur hidup. Setiap hari menunggu di gerbang dan berjaga untuk menjagamu tetap aman di malam hari. Oh, betapa cantiknya dirimu! Mataku akan selalu tertuju padamu! Tanganmu, lembut & menenangkan, Mencerahkan seluruh keberadaanku! Aku mengasihi melebihi kata-kata Saat kau pergi, Aku merasa sangat sedih Aku mencintaimu selamanya. Jika aku berada di tempatmu, dan harus mati, Jika aku berada di tempatmu, dan harus mati, Pada akhirnya, Aku akan tetap tersenyum bahagia... Aku mencintaimu selamanya Oh, betapa ku sangat mencintaimu!”

Kata-kata Seekor Ayam Betina (Lời Gà Mái) “Pagi ini aku pergi ke ladang, Berdiri tegak, Aku menyapa sungai dan gunung Bersama anakku yg kecil dan polos. Kolam kami berenang dan mandi. Melompat tepat di belakang Mama, Bulu-bulu muda dengan warna-warna baru, Mata bulat seperti kacang kecil. Oh, bayi-bayiku, betapa menggemaskannya kalian! Untuk jagung dan biji-bijian, kami berterima kasih kpd manusia. Setiap hari, bahagia & tanpa beban. Air jernih nan segar dan pepohonan rindang. Rumput hijau melambai tertiup angin sepoi-sepoi. Langit biru, awan tipis, aliran sungai yang mengalir. Hidup bagaikan mimpi dongeng. Terima kasih, Tuhan Sang Pencipta, Atas hari-hari penuh kedamaian dan keajaiban ini! Lalu datanglah malapetaka yang tak terduga. Sebuah jaring tiba-tiba dilemparkan ke atasku. Kilatan pisau berkilauan. Sebuah jeritan teredam dalam cipratan darah! Anak-anakku ditinggalkan, Hati Mama hancur berkeping-keping! Tolong... lindungi... anak-anakku... untuk... aku... Jangan... bunuh... mereka! Oh, bayi-bayiku yg... berharga......”

“Love of Centuries” dapat diunduh secara gratis di SMCHBooks.com

dan telah diterbitkan dalam bahasa Aulac (Vietnam), Inggris, Prancis, Jerman, Korea, Spanyol, dan Mongolia.
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-02-06
372 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-02-06
665 Tampilan
34:57
Berita Patut Disimak
2026-02-05
74 Tampilan
Veggie Elite
2026-02-05
77 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-02-05
1045 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh