Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Pembicaraan Perdamaian Batin Guru, Bagian 1 dari 2

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Tanggalnya 29, 28, atau 29 [Juli]. Kurang lebih seperti itu. Saya pikir ini adalah… Yah, itu tidak penting. Sudah lama sekali sejak Raja Perdamaian mengatur pertemuan dengan para Raja yang jauh. Jadi, saya bertanya sebelumnya, beberapa hari yang lalu, mengapa saya belum mendapatkan janji temu baru. TUHAN berkata kepada saya, “Itu terlalu berat bagi-Mu. Lepaskan saja...” Hari ini, saya tanya lagi, dan TUHAN mengatakan saya harus memutuskan. Saya tanya, “Bagaimana kalau empat hari, tiga, empat hari?” Dan DIA menjawab, “Oke.”

Lalu saya tanya ke Raja Perdamaian, “Mengapa tidak sekarang? Hari ini saya merasa tidak terlalu buruk. Saya merasa baik. Saya punya banyak pekerjaan, dan itu sangat sibuk dan pekerjaan ekstra. Pekerjaan ekstra itu datang begitu saja. Tapi saya baik-baik saja. Kita bisa melakukannya.” Saya bertanya kepada-Nya berapa hari lagi sampai para Raja dapat datang. Jadi, Raja Perdamaian memberi tahu saya bahwa itu adalah nol hari karena Mereka sudah ada di sini, artinya Mereka sudah berada di planet kita. Jadi, saya tanya, “Tak bisakah kita lakukan sekarang?” Dia menjawab, “Tidak.” Jadi sekarang saya tanya Dia kenapa. Jadi, mudah-mudahan dalam empat hari, yaitu tanggal 1 Agustus, saya dapat berbicara dengan salah satu Raja Yang datang dari jauh dan telah menunggu begitu lama.

Maaf sekali, Anda semua, Tuan-Tuan. Saya sungguh minta maaf. Saya benar-benar tidak menyangka bahwa Kalian sudah berada di sini dan menunggu saya. Dan saya tanya ke Raja Perdamaian, mengapa kita tak bisa lakukan sekarang, malam ini – berbicara dengan salah satu Raja. Dia menjawab, “Tidak bisa, karena Karma Perdamaian menghalangi pertemuan tersebut.” Ya TUHAN, saya merasa sangat kecewa. Saya harus bagaimana? Kita hanya perlu menunggu empat hari lagi. Dan sementara itu, sudah ada beberapa Raja yang berbicara dengan saya, dan saya telah merekamnya, tetapi saya begitu sibuk, begitu sibuk sehingga tidak mungkin untuk melakukannya. Saya harus mengatur banyak hal dan menghadapi banyak pertempuran kecil. Dan mungkin itulah sebabnya TUHAN melihatnya, dan ketika saya meminta untuk berbicara dengan para Raja dari jauh, TUHAN berkata, “Tidak, tunggu – itu terlalu berat untuk-Mu.”

Ya, mungkin saya terlalu sibuk. Baiklah, saya harap mulai sekarang kita bisa melanjutkan percakapan ini di hari keempat dan melanjutkannya setelah itu. Saya tidak ingin mengumumkan apa pun sekarang, karena melakukan semuanya secara diam-diam lebih baik. Jika tidak, terkadang kekuatan negatif bisa masuk untuk mengganggu atau menghalanginya. Baiklah, mari kita berdoa. Saya akan berbicara dengan kalian segera setelah Raja, Raja pertama dari kelompok ini, tersedia, agar Karma Perdamaian tidak lagi dapat menghalangi pertemuan percakapan kami. Saya berdoa kepada TUHAN Yang Mahakuasa agar membantu saya melakukan pekerjaan-NYA. Terima kasih, TUAN.

Namun hingga hari ini, meskipun saya belum berbicara dengan Raja mana pun yang dari jauh, ada banyak pekerjaan, pekerjaan ekstra, terutama, hampir setiap pagi dari setelah tengah malam hingga matahari terbit, terkadang bahkan lebih lama lagi. Saya harus hampir seperti tak bergerak karena pembicaraan perdamaian di mana pun yang bersangkutan. Bukan berarti saya tidak bisa bergerak atau semacamnya. Saya bisa bergerak, tapi tidak bisa... Maksud saya, gerakan kecil oke, tapi saya tidak bisa beranjak keluar dari tempat istirahat saya sampai TUHAN bilang bisa, sampai TUHAN mengizinkan saya keluar dan melakukan pekerjaan saya untuk Supreme Master Television, misalnya. Kadang saya sedikit terlambat untuk bekerja dan terlambat mengirimkan dokumen yang sudah diedit. Saya harap kalian semua tidak keberatan saya terlambat, tetapi saya tidak pernah membuat kalian menunggu, lalu menjadi tak ada acara atau tak ada pengambilan, atau hal-hal semacam itu. Saya tetap selalu tepat waktu, jadi bersabarlah dengan saya.

Saya juga memperhatikan bahwa belakangan ini banyak di antara kalian yang terlambat mengirimkan dokumen kepada saya. Tapi, ya, saya tahu, karena kalian harus lebih banyak bermeditasi sekarang. Lakukan apa yang kalian bisa. Bermeditasilah sebanyak yang kalian bisa, dan lakukan apa yang kalian bisa. Namun, itu hanya berarti bahwa kita tidak punya jeda waktu yang besar antara dokumen-dokumen tersebut. Jadi, kita berdua juga memiliki jadwal yang padat. Tapi kita lakukan apa yang kita bisa, bagaimana lagi? Saat ini saya hanya bisa mengandalkan kalian. Meskipun masyarakat dunia sudah semakin menerima pola makan vegan dan gaya hidup vegan yang penuh welas asih, itu masih belum sepenuhnya selesai. Jadi, kita hanya perlu mengandalkan diri sendiri dan melakukan apa yang kita bisa. Jika mereka semua menjadi vegan, itu akan sangat fantastis; planet ini pasti akan terselamatkan, benar-benar terselamatkan. Dan umat manusia pasti, tentu akan diselamatkan, bertahan dengan baik. Dan dunia akan menjadi surga.

Saya tahu kalian berusaha sebaik-baiknya dan mungkin tidak serileks sebelumnya saat kita melakukan pekerjaan kita, tetapi kita memang harus melakukannya. Kita harus berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan umat manusia dan insan-hewan karena kita tak bisa membiarkan mereka mati begitu saja sementara kita hanya menonton. Semua pembicaraan perdamaian semacam ini benar-benar membuat tubuh saya juga tidak sekuat, tidak seenergik sebelumnya saat saya harus tetap tidak bergerak. Maksud saya, saya bisa bergerak, seperti berpaling ke kiri, berpaling ke kanan di tempat saya beristirahat, tapi saya tidak bisa keluar dari situ. Saya hanya harus berada di sana, duduk di sana. Tapi saya baik-baik saja selama saya sudah selesai dengan itu; ketika keluar dari situasi itu, saya baik-baik saja lagi, normal kembali. Saya hanya melaporkan berbagai hal kepada kalian agar kita berdua selaras saat kita bekerja sama untuk dunia. Tapi saya tak ingin kalian khawatir.

Akhir-akhir ini, saya telah beri tahu kalian banyak hal yang belum pernah saya sampaikan sebelumnya. Jadi, ini semata-mata dimasukkan dalam laporan saya agar kalian tahu kurang lebih apa yang sedang saya lakukan. Maksud saya, saya beri tahu kalian apa pun yang saya bisa, hal-hal yang tidak dilarang. Tapi jangan khawatir. Seperti kemarin, misalnya, setelah saya keluar dari zona pembicaraan perdamaian, dan saya merasa sangat baik, normal. Jadi, saya berpikir dalam hati, “Oh, untuk usiamu,” maksud saya, untuk usia saya, “kamu cukup bugar.” Saya merasa seperti orang muda, normal seperti dulu. Saya tidak merasakan perbedaan antara sekarang dan ketika saya berusia sekitar 30 tahun, misalnya. Jadi, jangan khawatir.

Dan saya harap kalian semua juga baik-baik saja. Makanlah dengan baik, istirahatlah yang cukup, dan lakukan yang terbaik. Saya sangat mencintai kalian semua. Ini hanya catatan singkat, laporan singkat. Jika ada hal lain, saya akan beri tahu kalian. Cinta, cinta, cinta, cinta, cinta. TUHAN memberkati, TUHAN memberkati, TUHAN memberkati. Banyak pahala, banyak pahala, meskipun kalian bekerja bukan demi pahala, tapi kalian mendapatkannya hanya karena kalian tidak menginginkan pahala, kalian tidak memikirkan imbalan, kalian akan memilikinya secara penuh, lengkap. Saat kita melakukan pekerjaan untuk tujuan yang baik, kita toh tidak memikirkan pahala atau imbalan. Namun, semakin tanpa syarat, semakin besar pahala yang akan kalian peroleh. Kita bisa membagikannya kepada orang lain – kerabat, teman, dan orang-orang terkasih. Dan dengan siapa kita dapat membagikannya, TUHAN akan tahu. TUHAN akan tahu apa yang harus dilakukan dengan pahala ekstra kita. Saya sangat menyayangi kalian, dan saya sangat menghargai kalian karena kalian berkorban begitu banyak. Saya ucapkan terima kasih sekali lagi. Bicara lagi dengan kalian lain kali. Saya sayang pada kalian. Semoga TUHAN menunjukkan Kasih-NYA kepada kalian dan membuat kalian merasa damai dan sehat selama kalian bekerja dalam misi ini bersama saya. Terima kasih, sayangku.

Kalian pasti bertanya-tanya mengapa pembicaraan perdamaian ada hubungannya dengan saya. Bukan berarti saya pergi ke meja perundingan perdamaian. Ini adalah pembicaraan perdamaian di dalam, negosiasi di dalam yang saya coba rangkai untuk memengaruhi pembicaraan perdamaian dari luar di dunia fisik. Namun, tentu saja, kita menghadapi banyak rintangan karena pembunuhan, pembunuhan setiap hari terhadap jutaan dan jutaan dan jutaan makhluk hidup dalam bentuk insan-hewan. Dan itu sangat sulit bagi saya untuk membantah hal itu. Jadi, itu juga memengaruhi tubuh karena saya juga harus mengeluarkan energi untuk semua itu, sebanyak saya mengizinkannya terjadi. Karena hukum sebab akibat, tidak ada yang dapat melarang saya kecuali manusia dan aktivitas mereka ketika aktivitas tersebut bertentangan dengan Hukum Kebaikan Universal.

Ini seperti seorang pengacara jika dia harus menghadapi tuntutan pidana untuk kliennya, dan ini adalah sekelompok klien, ketika mereka tidak melakukan sesuatu yang baik menurut hukum nasional, apa yang mereka lakukan justru bertentangan dengannya, dan terlalu banyak, terlalu banyak kegiatan kriminal yang melanggar hukum negara. Bahkan pengacara terbaik di negara itu pun mungkin akan merasa sangat sulit untuk membantah bukti-bukti tersebut. Saya masih berusaha. Saya menyampaikan sebagian hal ini agar kalian tahu mengapa proses perdamaian berjalan begitu lambat. Kalian sudah melakukan yang terbaik. Saya sudah melakukan yang terbaik. Hanya itulah yang kita ketahui. Terima kasih bagaimanapun juga untuk berkerja sama dengan saya. Semoga TUHAN Memberkati kalian dengan berlimpah, berlimpah, berlimpah. Amin.

Suara saya tidak seceria dan sejelas yang saya inginkan, tapi jangan khawatir, saya baik-baik saja, sungguh. Hanya saja saya harus sampaikan secepat mungkin selagi masih bisa mengingat semua detailnya, atau saya mungkin melupakannya jika membiarkannya lebih lama. Saya berbicara pada kalian saat saya... Saya masih merasakan semacam keadaan tubuh yang belum penuh, seperti dalam keadaan semadi. Tapi nanti, saya akan baik-baik saja. Nanti, ketika saya sudah sepenuhnya keluar dari keadaan pikiran seperti semadi ini dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa di siang hari, maka saya akan baik-baik saja. Jadi, jangan khawatir. Saya benar-benar baik-baik saja. Dan semoga kalian semua baik-baik saja, sejahtera, dan bahagia dalam Kasih TUHAN, dalam pelukan MAPA kita. Amin.

Photo Caption: “Siapa Yang Pernah Bisa Benar-Benar Menghalangi Cahaya!”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (1/2)
1
Antara Guru dan Murid
2026-08-06
2185 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-08-07
2043 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Antara Guru dan Murid
2026-08-11
471 Tampilan
33:45
Berita Patut Disimak
2026-08-10
1 Tampilan
Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita
2026-08-10
1 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-08-10
892 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-08-09
7199 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh